PULAU ONRUST FUN TRIP



    Dari 105 pulau yang menyusun formasi gugusan Kepulauan Seribu di perairan Teluk Jakarta, terdapat satu pulau yang selalu sibuk. Pulau Onrust namanya. Nama Onrust berasal dari bahasa Belanda yang berarti “tidak pernah beristirahat,” dan begitulah faktanya, setidaknya hingga menjelang dekade 1970-an.  pulau ini hanya memiliki luas 7,5 hektare saja. Namun, Onrust punya banyak cerita dan rekam jejak yang teramat panjang, sejak masa kerajaan sampai setelah era kemerdekaan Indonesia. 
    
   Bagi sebagian masyarakat Jakarta, nama “Onrust” tidak lagi asing. Namun, teruntuk orang-orang awam, pulau ini tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang seringkali dikunjungi untuk tujuan wisata. Pulau yang berada di Kepulauan Seribu ini memiliki kisah yang sangat panjang. Bersamaan dengan gugusan pulau lain, pulau ini termasuk dalam warisan budaya dan sejarah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Gugusan pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Bidadari, dan Pulau Cipir yang menjadi kesatuan wilayah bernama “Taman Arkeologi Onrust”.


Pulau Idaman yang Jadi Rebutan


    Keluarga istana dari Kesultanan Banten pernah menjadikan Pulau Onrust sebagai salah satu tempat peristirahatan paling favorit, pada abad ke-16. Kala itu, Onrust ibarat permata yang paling bersinar di gugusan Kepulauan Seribu.Setelah Sunda Kelapa direbut oleh pasukan gabungan Demak dan Cirebon pada 1527, terjadi sengketa terkait hak kepemilikan Pulau Onrust. Pulau yang semula diklaim milik Kesultanan Banten itu dipersoalkan oleh otoritas lokal penguasa baru Sunda Kelapa atau yang kemudian diganti namanya menjadi Jayakarta.
   Ribut-ribut memperebutkan pulau idaman itu berlangsung berlarut-larut. Namun, tidak pernah ada upaya yang benar-benar serius untuk menuntaskannya , hingga akhirnya datang orang-orang Belanda dengan bendera VOC yang ternyata juga berminat menguasai Pulau Onrust. Pada November 1610, VOC berupaya menjalin kesepakatan dengan wakil penguasa Kesultanan Banten supaya diizinkan menebang pohon-pohon di Pulau Onrust untuk bahan membuat kapal, dan permohonan tersebut dikabulkan. Sejak saat itu, tidak sedikit kapal yang memerlukan perbaikan singgah ke Pulau Onrust sebelum melanjutkan pelayaran, atau ketika hendak menuju Jayakarta atau Batavia. Letak pulau yang sangat strategis dan fungsional membuat VOC enggan mengembalikan Onrust kepada Kesultanan Banten.
    Jan Pieterzoon Coen yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC sejak 21 Mei 1619 menghendaki agar Pulau Onrust dijadikan koloni (Windoro Adi, Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi, 2010:281). Akhirnya, terjadilah pertikaian antara Belanda dengan Kesultanan Banten. Onrust difungsikan sebagai pangkalan militer VOC untuk melawan Banten yang notabene adalah sang pemilik pulau.
Tempat cuci mencuci
Barak Embarkasi haji

Terowongan bawah tanah

Dikuasai Kaum Penjajah

    Pulau Onrust benar-benar memberikan keuntungan bagi Belanda dalam upaya menancapkan pengaruhnya di Nusantara, terutama di kawasan barat Jawa. Tak hanya untuk perang melawan Banten, pulau ini juga menjadi benteng pertahanan VOC dalam persaingan menghadapi kongsi dagang Inggris pada 1618. Di bawah pengelolaan VOC, pembangunan Pulau Onrust digalakkan terutama untuk menguatkan posisinya sebagai pangkalan militer sekaligus benteng Belanda yang berfungsi sebagai garda depan pertahanan sebelum musuh memasuki Jayakarta atau Batavia. Proyek tersebut dimulai tahun 1656 dan berlangsung secara bertahap beberapa tahun lamanya yang menghasilkan benteng dengan bentuk segilima dari bata dan batu karang, dilengkapi bastion atau pos pengintai di setiap sudutnya (Didik Pradjoko, dkk., Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia, 2013:196).
Pulau pertahanan di Onrust dilengkapi pula dengan gudang-gudang untuk menyimpan kayu, besi, maupun rempah-rempah dan bahan makanan serta persenjataan termasuk mesiu, juga terdapat dua kincir angin, bengkel, menara pengintai, dan tentu saja ruang tahanan atau penjara.

Menurut catatan Chandrian Attahiyyat (2000:10) dalam buku Onrust Island, hingga tahun 1695 terdapat 148 tentara kompeni dan 200 orang budak yang ditempatkan di Pulau Onrust. Selanjutnya pada 1775, tercatat ada 1.200 orang tinggal di pulau ini, itu belum termasuk 300 orang budak.











Belanda sempat kehilangan kendali atas Onrust pada 1800, ketika Inggris berhasil mengambil-alih pulau tersebut. Pendudukan Inggris di Pulau Onrust berlangsung hingga tahun 1816, namun menimbulkan kerusakan yang sangat nyata. Hampir seluruh bangunan yang ada dihancurkan.


Setelah tidak lagi di bawah penguasaan Inggris, Belanda perlahan-lahan kembali merestorasi kondisi Pulau Onrust. Pada 1828, pembangunan digiatkan lagi. Selain itu, pulau-pulau sekitar, termasuk Pulau Bidadari, Pulau Cipir, dan Pulai Kelor, juga dihidupkan sebagai pendukung Pulau Onrust. 

     Saat kita mengunjungi Pulau Onrust, hal pertama yang terlihat adalah adanya replika kincir angin, khas negeri Belanda yang pernah di buat VOC di pulau ini. Monumen kincir angin dapat dijumpai ketika kita berjalan melewati papan kayu untuk masuk ke dalam pulau. Dahulu, pulau ini sangat sibuk. Pulau ini ramai dengan aktivitas sebagai tempat galangan kapal besar. Penduduk menyebutnya “pulau kapal”. Sejak itu, Onrust telah berkembang menjadi pusat perdagangan, penyimpanan dan pengiriman barang, dan galangan kapal yang berkembang begitu pesat. Konon, hal tersebut yang kemudian menjadikan tempat ini dinamakan Onrust yang berarti tidak pernah beristirahat. Penjelajah Inggris James Cook, yang memperbaiki kapal Endeavour di sana pada tahun 1770 memuji galangan kapal ini sebagai “de beste in Azië” atau “yang terbaik di Asia”.
Monumen Kincir Angin

 Komplek pemakaman orang Belanda penghuni pulau Onrust


 Tempat gladiator para tahanan



Rumah tahanan

Selain orang-orang Belanda, pulau itu dihuni oleh budak. Budak-budak ini berasal dari Nusantara, terutama Ternate dan Jawa Barat. Disamping itu penghuni lainnya adalah penumpang gelap, desertir, dan tahanan. Kira-kira sekitar 1.200 orang yang menjadikan pulau itu sebagai tempat tinggal tetap dan ratusan pekerja lainnya yang bolak-balik setiap hari dari Batavia. Selama abad ke-17, bangunan-bangunan banyak didirikan di Pulau Onrust. Bangunan-bangunan ini antara lain tempat penggergajian kayu, gudang, rumah, gereja, dan rumah sakit. Lambat laun pulau ini dikelilingi oleh dinding yang menghubungkan lima benteng. 
     Tahun 1795 masa kejayaan Onrust sebagai galangan kapal berakhir. VOC menjadikan pulau itu sebagai tempat pertahanan dari pasukan Inggris namun berkali-kali pula Inggris berhasil menghancurkan bangunan-bangunan Belanda yang ada di pulau ini. Disamping itu, letusan Gunung Krakatau 1883 juga turut menhancurkan sisa-sisa bangunan yang ada. Selain dibangunnya rumah sakit untuk keperluan karantina haji, pulau ini juga pernah dibangun sebagai penjara. Pada awal Perang Dunia II, warga Jerman, anggota NSB, dan masyarakat sipil yang dianggap berbahaya dipenjara di gedung yang sama di Pulau Onrust Pada tahun 1960-an, tidak ada lagi aktivitas lagi di Pulau Onrust. Sejak itu, penggalian sering dilakukan oleh arkeolog-arkeolog termasuk Chandrian Attahiyyat.
Bangunan Makam
Kehidupan di pulau itu pada masa lalu sama sekali tidak sehat. Sekitar seratus orang meninggal setiap bulan. Jika mereka yang meninggal merupakan orang elit, maka akan dimakamkan di Pulau Onrust dan jika sebaliknya maka akan dimakamkan di Pulau Kerkhof.Hingga kini, bangunan makam masih bisa kita temukan di Pulau Onrust. Di bawah beberapa pohon tua dan besar terdapat kuburan-kuburan kecil, sekitar empat puluh batu. Hanya beberapa yang masih dapat dilihat, seperti Johanna Kalff yang berusia 25 tahun, istri tukang kayu Van der Velde pada tahun 1720, dan Cornelis Willem Vogel, keturunan Baas Onrust, lahir dari Edam den 1 November 1695, 43 tahun, 1 bulan, dan 10 hari.
Menurut Chandrian Attahiyat, keluarga De Baas memiliki kekuatan tak terbatas. Mereka dapat memperkaya dirinya sendiri melalui korupsi dan bekerja secara ilegal untuk dirinya sendiri selain bekerja untuk VOC.Sedikit lebih jauh kita melihat kuburan seorang anak bernama Anna Adriana Duran, putri Tuan Bastiaan Duran, bos pulau ini. Anna lahir pada 19 Desember 1763, meninggal September 1772, berusia 8 tahun, 9 bulan.
Selain itu, ada satu makam yang seringkali menyita perhatian. Makam ini memiliki prasasti berbahasa Belanda lama yang ada di atas batu besar dan masih bisa untuk dibaca. Tulisan tersebut berbunyi demikian:
“Maria van de Veldes lijk int graf geset
die waardigh was om
veel lange Jaren
te leven hadde God haar
t leven willen sparen
dogh t blijk Jehova
dat door den dood belet
Maria die is weg maria is niet meer
maar neen k herroep dat woort
als onbedaght gesproken
en t sijn van mijn aanstont
op hedetdaat gevrooken
Maria left nu eerst
nu sij left bij haar heer
gebooren tot Amsterdam
29 Desember 1693
Gestorven den 19 November
Anno op Onrust 1721”
Menurut penjaga pulau, Maria diyakini meninggal karena penyakit. Saat itu, banyak orang-orang Belanda yang meninggal karena tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi dan cuaca wilayah tropis.  Namun di sisi lain, sosok Maria ini juga yang kerap kali diperbincangkan masyarakat dan dikaitkan dengan mitos angkernya Pulau ini. Masih banyak orang-orang yang beranggapan bahwa Maria meninggal karena bunuh diri menunggu kekasihnya yang tidak kembali. Tahun 1972.


Sebagai Destination Wisatawan

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menetapkan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah. Bersama sejumlah pulau lain di sekitarnya, Onrust juga dikukuhkan oleh pemerintah RI sebagai wilayah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu. Kini, yang tersisa di Pulau Onrust adalah puing-puing bangunan lama, areal pemakaman, dan museum sederhana.
Pulau Onrust memiliki cerita cukup bersejarah untuk indonesia sendiri sehingga membuat tempat ini menjadi favorit objek wisata yang sering didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.Tidak hanya ramai ketika hari libur saja, Pulau Onrust juga sering dipadati wisatawan di hari biasa .
Wisatawan Domestik

Kepulauan Seribu ini adalah satu gugusan kepulauan yang terletak di sebelah utara Kota Jakarta dan berhadapan dengan teluk Jakarta yang cukup ramai sebuah tempat yang sangat sibuk dengan berbagai kegiatan yang ada sehingga menyimpan berbagai macam cerita kisah dan kegiatan.
Kegiatan Wisatawan di Pulau Onrust

Tidak semua pulau yang berada di gugusan Kep Seribu ini di huni oleh manusia. Sebagian Pulau Di Kepulauan Seribu tidak berpenghuni selayaknya pulau lain di Indoneia. 

Bagi kamu-kamu yang memiliki hoby fotografi selfie jangan lupa membawa camera untuk melakukan pengambilan gambar atau video kalian semenarik mungkin karena di pulau Onrust ini tentunya banyak spot foto, vlog bikin konten youtube, instastory kalian yang keren oke dan menark sekali tentunya dan sayang untuk di lewatkan serta selalu di kenang dan ingin saatnya berkunjung kembali untuk menikmati indahnya berlibur di pantai kepulauan seribu ini dari hiruk pikuknya serta kesibukan pekerjaan , daeadline ,  ataupun sekolah keseharian yang menjenuhkan pikiran, maka butuh yang namanya hiburan. ayo kapan lagi ajak teman-teman ,geng, sahabat, pacar, ttm, saudara dan keluarga kalian untuk berwisata di pulau seribu ya.     

Asik Sendiri

Meski pulau seindah ini memiliki cerita dan kisah mistis tidak membuat wisatawan takut dan enggan datang, bahkan banyak orang datang ingin menjawab rasa penasaran yang dimiliknya banyak peninggalan bersejarah dan arkeolog jaman kerajaan juga tentunya. 
Sisi Sejarah Arkeolog Pulau Onrust

Pulau Onrust ini menjadi detinasi favorit wisatawan, perairan di pulau ini sangat jernih dan bening, selain itu kamu juga dapat melihat situs sejarah asli seperti layaknya di museum, akan banyak mendapat berbagai informasi penting tentang sejarah kolonial Belanda. Di pulau ini kamu juga dapat mengunjungi benteng peninggalan Belanda saat bertempur melawan Portugis pada abad ke - 17. 

Pemandangan alam yang di suguhkan sungguh mempesona, kamu dapat melihat kapal berlalu lalang di sekitar laut Pulau Onrust, serta burung-burung yang terbang di sekitaran yang menghampiri dan hinggap di pepohonan yang rindang. namun sayang tidak ada penginapan tersedia di pulau ini. Hanya saja kamu bisa melakukan camping jika membawa peralatan karena disini tidak di sediakan.
Wisatawan sedang camping di Pulau Onrust

Pulau Onrust terdapat sebuah mata air tawar yang memiliki usia berabad-abad. tetapi tidak di anjurkan untuk langsung diminum meskipun sebuah sumber mata air yang di khawatirkan masih belum bersih. jika ingin menyegarkan diri dengan cara membasuh muka tentu saja bisa dilakukan dengan fasilitas yang di sediakan toilet bersih. Tempat yang memiliki keindahan pemandangan bangunan-bangunan sejarah menjadi Lokasi favorit bagi pecinta fotografi, sering juga didatangi beberapa komunitas foto, ditempat ini juga sering dilakukan pengambilan foto prewed.

Selain dapat menikmati keindahan alam yang ada di Pulau Onrust, kamu juga bisa menyalurkan hoby mancing. biasanya pengunjung juga bisa sewa prahu untuk trip mancing seharian di kep Seribu setiap hari libur sabtu dan minggu.
wisata kep seribu

Pulau Onrust juga menjadi tempat favorit bagi pasangan muda saat ini. menurut mereka pulau Onrust memiliki sisi romantis tersendiri. tak jarang pasangan muda - mudi ini menghabiskan waktu ke pulau Onrust hingga sore hari menunggu suasana matahari tenggelam sambil keliling menikmati keindahan pulau dan berenang di tepian pulau.











Untuk menuju ke Pulau Onrust, ternyata mudah dan murah loh tentu saja cocok bagi kamu para backpaker. Letak Pulau Onrust juga tidak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta dan juga banyak transportasi yang menawarkan berbagai macam cara. seperti misalnya transportasi online yaitu gojek, grab car dan masih banyak lainnya. Bahkan menggunakan kendaraan pribadi sepeti motor dan mobil akan lebih memudahkan kita.













selain itu transportasi umum juga banyak sekali tersedia seperti Transjakarta, Bis umum serta taksi. Jika kamu berngkat dari arah Tengerang Bekasi maupun Bogor dan sekitarnya dengan menggunakan kendaraan apapun dan turun di daerah Grogol kemudian turun di perempatan Cengkareng. Setelah itu kamu naik angkot carry berwarna hitam untuk menuju Muara Kamal dan mentok sampai di Tempat Pelelangan Ikan. Kemudian kamu bisa berjalan menuju ke dermaga Muara Kamal. kami juga membantu dengan koordinator yang tersambung dengan map atau peta online GPS. 

Waktu menyebrang kurang lebih membutuhkan waktu 30menit dengan kapasitas maksimal 40orang setiap kapal. di tengah perjalanan kamu juga bisa menikmati keindahan pemandangan laut yang begitu mempesona. Harga tiket masuk menuju Pulau Onrust ini sudah tergabung dengan biaya menyewa kapal saat penybrangan. Cukup murah setiap jasa penawaran paket terkadang memiliki harga yang berbeda-beda, antara 50rbu hingga 150rbu per orang, hingga di sediakan paket tour 3 Pulau Onrust, Cipir, Kelor One Day Trip. 

Sumber:
Haagshche Courant van Maandag, 27-02-1933.
Nieuwe Courant, 25-03-1949.
De Volksrant, 02-02-1995.

Komentar